Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI Maluku Utara mensosialisasikan Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 di SMA Negeri 3 Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Sabtu, 22 Agustus.
Sosialisasi sekaligus pembekalan metode pembelajaran mendalam atau Deep Learning tersebut diikuti 200 guru jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Sosialisasi dimaksud dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Timur Djamal Esa.
Ketua PGRI Halmahera Timur, Muhammad Zufriyadi, mengatakan, 200 guru yang mengikuti sosialisasi dimaksud sekaligus dibekali dengan metode pembelajaran Deep Learning.
Langkah ini kata Zufriyadi, diambil agar guru di Maba Selatan tidak tertinggal oleh informasi kebijakan terbaru dari pemerintah pusat. Metode Deep Learning dibekali supaya mereka bisa implementasikan dalam ruang kelas ditempat mengajar.
Zufriyadi menyatakan, pemerintah pusat memberikan jaminan perlindungan kepada para pendidik lewat Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026.
“PGRI Maluku Utara menjabarkan empat pilar utama yang akan menjadi perisai para guru dalam menjalankan tugas mulianya yaitu, perlindungan hukum, perlindungan profesi, keselamatan dan kesehatan guru, dan hak kekayaan intelektual,” kata Zufriyadi, melalui keterangan tertulis yang diterima Opsimu.
Zufriyadi menyatakan, tiga prinsip utama yang diperkenalkan untuk mengubah belajar mengajar belajar pertama, Meaningful Learning bahwa belajar tidak lagi sekadar teori di atas kertas. Kedua, materi pelajaran akan dikaitkan langsung dengan realitas kehidupan dan kearifan lokal diantaranya sektor pertambangan, kelautan, dan pertanian.
Ketiga, Joyful Learning atau menciptakan iklim belajar yang aman, gembira, dan merdeka. Prinsip tersebut didorong dengan pengurangan beban administratif guru supaya mereka bisa fokus penuh mendampingi siswa.
“PGRI Maluku Utara menaruh harapan besar agar guru-guru di Halmahera Timur mampu menyusun modul ajar berbasis proyek, memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai laboratorium belajar alami, serta merancang asesmen yang benar-benar mengukur pemahaman mendalam siswa sehingga bukan sekadar kemampuan menghafal,” jelasnya. **

Tinggalkan Balasan