Realisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kabupaten Halmahera Timur mencapai diangkah 67,60 persen atau setara Rp 29 miliar dari target yang ditetapkan.

Capaian 67,60 persen tersebut tercatat per Juli 2026 bulan lalu. Angka ini diperkirakan bertambah pada periode penerimaan bulan berjalan sepanjang 2026.

Kenaikan PAD yang melonjak 67,60 persen dipertengahan tahun ini menunjukan tren APBD Halmahera Timur amat positif. Kemampuan realisasi yang cukup baik tersebut merupakan kemampuan fiskal daerah dalam posisi membaik. Sisi lain, Halmahera Timur bisa lolos dari ketergantungan penerimaan daerah yang bersumber dari transfer APBN.

Kepala BPKAD Halmahera Timur, Joko Loleno Ridwan, mengatakan, kemampuan realisasi PAD bisa mencapai targe yang ditetapkan sebesar Rp 43,8 miliar. Per Juli saja sudah mencapai presentase yang sangat maksimal.

“Sampai Juli, capaian PAD kita sudah 67,60 persen atau sekitar Rp 29 miliar sekian dari target Rp 43,8 miliar. Kalau melihat angka ini, capaian kita cukup baik dan masih akan terus kita maksimalkan sampai akhir tahun,” kata Joko, Senin, 10 Agustus.

Joko menyatakan, capaian tersebut menunjukkan kinerja penerimaan daerah berjalan cukup baik. Pemerintah daerah masih memiliki sisa waktu 5 bulan efektif ke depan untuk mengejar sisa target PAD yang belum terealisasi.

Menurut Joko, BPKD bersama perangkat daerah terkait akan terus mendorong optimalisasi seluruh sumber penerimaan daerah semaksimal mungkin. Upaya tersebut dilakukan supaya target PAD yang ditetapkan dalam postur APBD 2026 bisa tercapai secara maksimal.

“Kita akan terus maksimalkan. Harapannya target yang sudah ditetapkan bisa tercapai, bahkan kalau memungkinkan bisa melampaui target seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Joko menjelaskan, capaian PAD Halmahera Timur dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang begitu baik. Bahkan, penerimaan daerah dari sumber PAD disebut selalu mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Kondisi tersebut menjadi modal bagi Pemkab Haltim untuk terus memperkuat pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah.

Joko mengemukakan, terdapat sejumlah sektor utama yang menjadi sumber PAD Halmahera Timur. Diantaranya meliputi pajak daerah, retribusi daerah, lain-lain PAD yang sah, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.

“Sumber PAD kita itu berasal dari pajak, retribusi, lain-lain PAD, kemudian pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Semua sumber ini terus kita dorong supaya kontribusinya bisa maksimal,” jelasnya.

Selain penerimaan dari pajak dan retribusi, lanjut Joko, tahun ini Pemkab Halmahera Timur juga mendapatkan tambahan penerimaan melalui penyertaan modal dari BUMD Perdana Cipta Mandiri dengan nilai mencapai kurang lebih Rp 6,7 miliar. Ini menjadi salah satu komponen yang turut memperkuat struktur PAD Halmahera Timur.

“Tahun ini juga ada penyertaan modal dari BUMD kepada pemerintah daerah kurang lebih Rp6,7 miliar. Ini tentunya menjadi bagian dari upaya kita memperkuat pendapatan daerah,” sebutnya.

Menurutnya, pemerintah daerah optimistis sisa target tersebut dapat dikejar melalui optimalisasi seluruh sektor penerimaan hingga akhir tahun. Joko menegaskan, pencapaian PAD bukan hanya soal memenuhi angka target dalam APBD, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah.

“Kalau melihat capaian saat ini, kami cukup optimistis. Tinggal bagaimana sisa waktu sampai akhir tahun kita manfaatkan untuk terus menggenjot penerimaan agar target PAD bisa tercapai,” pungkasnya.***

opsimu.com
Editor
opsimu.com
Reporter