Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur mencatat tingkat keaktifan peserta BPJS Kesehatan telah menembus angka 90,63 persen. Angkah tersebut jauh melampaui rata-rata keaktifan nasional yang berada di kisaran 80 persen.

Capaian tersebut mengantarkan Halmahera Timur masuk ke dalam jajaran 30 besar kabupaten dengan tingkat keaktifan peserta tertinggi di Indonesia.

Keberhasilan warga Halmahera Timur dalam mendapatkan layanan kesehatan gratis menggunakan BPJS Kesehatan merupakan buah dari kerja sama terintegrasi antara Dinas Kesehatan, BPJS Kota Maba, RSUD Maba, dan 16 puskesmas.

Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Chairul Ricfhat, mengatakan pentingnya menjaga keselarasan kerja sama dimaksud.

Kolaborasi lintas lembaga diharapkan tetap berjalan harmonis tanpa memberatkan masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Cakupan Kepesertaan JKN 99% pada 2029: Berdasarkan data RPJMD 2025–2029, target cakupan JKN diharapkan mencapai 99 persen pada 2029, dengan ruang toleransi 1 persen bagi bayi baru lahir yang didaftarkan secara otomatis,” kata Ricky, Senin 21 September.

Ricky menyatakan, target kepesertaan aktif segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang didanai pemerintah daerah diproyeksikan mencapai 76 persen.

Menurutnya, Pemerintah Daerah Halmahera Timur terus melakukan pemutakhiran dan penyelarasan data kependudukan dengan kepesertaan BPJS Kesehatan.

Langkah ini dilakukan supaya mengidentifikasi masyarakat suku togutil yang belum mendapatkan akses layanan kesehatan gratis.

“Untuk menjaga keakuratan data, koordinasi lintas instansi juga difokuskan pada penanganan peserta non-aktif serta pembaruan data secara berkala melalui aplikasi SIKS-NG di Dinas Sosial,” jelasnya. **

opsimu.com
Editor
opsimu.com
Reporter